VILLAGE GIRL’S DREAM 🪐


“ Pertualangan terbesar dalam hidup anda adalah perjuangan meraih mimpi ” Operah Winfrey. Sebuah kalimat singkat dengan ribuan makna tersirat yang dimana tiap orang akan berbeda dalam memaknainya, begitupula denganku…

~ WELCOME TO TASYA’S JOURNEY TO DREAM ~

     Dewi tasya arta fera, sebuah nama yang diberikan kedua orang tua ku dengan harapan dan doa, agar kelak dimasa depan, hidup ku akan selalu bahagia. Aku telahir dari seorang pria yang keras kepala dan penuh dengan rahasia, namun begitu lembut hatinya. Dan seorang wanita yang keras didikan nya, namun besar hatinya.

     Aku lahir dan tumbuh besar di sebuah desa perbatasan provinsi yang tentu saja jauh tertinggal teknologinya. “ lulus sma kerja saja lah ” ucap orang-orang disekitarku. Akan tetapi mimpiku tak akan berhenti hanya sekedar lulus sma saja, awalnya ada keraguan tentang masa depan “ aku jadi apa yaa ?? ”, namun pertanyaan ku itu terpatahkan saat ku lihat ibu merintih kesakitan karena jatung nya yang bermasalah dan susahnya akses untuk mencari dokter didesa ku.

     Mulai saat itu aku bertekad untuk menjadi seorang dokter. Namun, aku menyadari untuk menjadi seorang dokter aku tak bisa tinggal di desaku, aku harus keluar mencari ilmu untuk bekalku kedepannya. Lalu, aku pergi mencari ilmu ke kota Bandar Lampung.


 Ditempat ini pertualangan ku dimulai…..
     

Aku bersekolah di sebuah SMP negeri di Bandar Lampung. Di bangku SMP aku belajar beradaptasi dengan lingkungan yang tentu saja sangat berbeda dengan lingkungan desaku, dari cara bertutur kata ataupun cara berpakaian. Aku sedikit kelelahan untuk beradaptasi, namun pada akhirnya semua bisa terlewati. Dibangku SMP juga aku mengenal banyak teman dengan ribuan impian mereka yang membuatku sangat bersemangat untuk meraih impianku.
     
     Semasa SMP aku sering mengikuti lomba-lomba, walaupun aku selalu kalah. Tapi, dari kekalahan itu aku belajar satu hal bahwa banyak orang yang lebih pintar dari diriku, sehingga aku harus lebih giat untuk belajar. Bulan berganti bulan, tahun berganti tahun, tak terasa masa SMP sudah berakhir, dan tibalah waktunya beranjak ke bangku SMA. Perubahan dari kanak-kanak ke remaja.

     Awalnya ada keraguan, apakah aku bisa besekolah di SMA bergengsi ???, terlebih lagi beberapa temanku, mengatakan tak mungkin aku bisa diterima disana. Namun, dorongan dan doa orang tua ku membawa diriku ke SMA yang diinginkan. Awal masa SMA ku sangatlah membosankan dan menyulitkan, karena aku yang kesulitan beradaptasi dengan pelajaran, terlebih lagi corona.

     Dan diawal SMA inilah impianku mulai goyah, karena ayahku yang tak setuju dan nilaiku yang tak memuaskan. Tak terasa 1 tahun kulewati, aku mulai ikhlas untuk merelakan impianku menjadi seorang dokter. Aku mulai fokus untuk mengejar kedinasaan. Hari-hariku di kelas 11 berjalan seperti biasanya. Singkat cerita, aku naik ke kelas 12.

     Aku sudah mengikhlaskan impian untuk menjadi seorang dokter, namun didalam lubuk hati masih terdapat keinginan tersebut. Waktu kulalui dengan penuh tangis keraguan tentang masa depan, jadi apa aku ini ???. tak terasa masa SMA ku akan berakhir dan aku mulai mencari arah jalan mana yang akan ku pilih. Diantara keraguan itu muncul secercah harapan.

     Dengan dorong orang tua dan kesempatan yang ada, aku memutuskan untuk mengejar impianku. Tentu saja perubahan jalanku ini membawa banyak masalah. Aku harus merelakan pertemanan karena sebuah kesalah pahaman. Namun dari hal itu, aku paham akan makna people come and go. Banyak orang yang meragukan impianku “ mana mungkin anak desa bisa jadi dokter, biayanyakan mahal, miliran ”ucap mereka padaku.

     Namun, ibuku selalu berkata “ jalanin dulu hidupmu, susah atau senang jangan takut dahulu”. Akupun mendaftar kedokteran melalui jalur snbp, sembari menunggu pengumuman aku menghabiskan waktu liburku untuk membantu ibu, selama itu juga banyak musibah yang menimpa keluargaku, namun ikhlas menjadi jawaban dari musibah itu.

     Tak terasa waktu pengumumuan tiba, tentu saja jantungku berdetak sangat kencang, dengan semua do’a dari kedua orang tuaku, syukur Allhamduliah aku lulus menjadi mahasiswi kedokteran UNIVERSITA SRIWIJAYA. Aku tahu bahwa ini bukanlah akhir dari mimpi, tetapi awal dari perjuangan yang sesungguhnya.


“ jangan pernah takut untuk bermimpi, walau mimpimu itu terus menyakitimu ” –Cristiano Ronaldo